Showing posts with label ko chang-seok. Show all posts
Showing posts with label ko chang-seok. Show all posts

Saturday, March 8, 2014

The Showdown: Frenemies With Swords

Do-yeong (Jin Ku) and Heon-myeong (Park Hee-soon) are the kind of best friends who would've been a lot better off if they'd never met each other. They come from warring families and they both want the same woman (Jang Hie-jun) who may be the only interest they have in common. Because Hyeon-myeong is more academic, more intuitive, and more athletic than his BFF, resentments pile up over the years. (This is what happens when there's no other kids in the neighborhood to play with in 17th-century Koreea, I guess.) That Hyeon-myeong eventually tattles on Do-yeong's father and gets him killed doesn't foster much fraternal love either but at least it gives Do-yeong the high ground. Do-yeong is now more loyal and more moral. When these two frenemies end up stranded in an abandoned inn after struggling through a blinding snow storm in enemy territory, the survivors of a Pyrrhic battle that has left most of their fellow soldiers dead, they decide the time has come to talk out their differences, share some secrets and settle the score.

The catch is they're not alone. Do-soo (Ko Chang-seok), a bumbling farmer-turned-fool conscripted into the war and deserter during the battle, is stuck in this ramshackle inn as well. He's not conflicted by past loyalties and betrayals. In a flashback, you learn he's been unfairly drafted, unkindly treated, and repeatedly scammed. As potrayed by Ko, Do-soo is incredibly unlikable but it's hard not to root for the common man when the rich and the royals won't even give him his due when he tends to the fire and cooks up a potato soup for his "betters." Whether he actually adds to the story is debatable. The same can be said for the rival Chinese soldiers who show up in growing numbers at the inn but never really pose a threat or change the dynamic between Do-yeong and Heon-myeong, who, to their credit in writer-director Park Hoon-jung's The Showdown (a.k.a. Swordbrothers a.k.a. Hyultu), never look anything less than fabulous despite the frozen hair, the bloody eyes, the grimy hands, the tattered clothes.

Thursday, March 4, 2010

City of Fathers (Movie - 2009)



Directed by Park Ji-won-I (박지원)
•Action •Drama
101min | Release date in South Korea : 2009/10/15
Distribution
Sidus FHN (싸이더스FHN)
Alternative title : "Bu.San"

Cast :
Kim Yeong-ho (김영호) As Jo Tae-seok (조태석)
Ko Chang-seok (고창석) As Kim Kang-soo (김강수)
Yoo Seung-ho (유승호) As Kim Jong-cheol (김종철)
Jeong Seon-kyeong (정선경) As Lee Seon-hwa/Eun-ji (이선화/은지)


Synopsis
Jong Chul adalah anak yang dibesarkan oleh Kang Su. Namun hidup dengan ayah seperti Kang Su tidaklah mudah karena Kang Su hobinya hanya mabuk-mabukan dan sering memukul Jong Chul. Namun Jong Chul hanya bisa diam dan menurut ketika Kang Su memukulnya.

Suatu hari Jong Chul jatuh sakit. Sakitnya cukup parah dan membutuhkan transplantasi ginjal. Mendengar hal itu, Kang Su bukannya sedih malah bersikap acuh, malah dia berkata tidak peduli jika Jong Chul hidup atau mati. Mendengar itu membuat hati Jong Chul sedih.

Namun sebenarnya yang Kang Su ucapkan itu tidak sesuai dengan hatinya. Ia mengatakan itu karena kesal pada dirinya sendirinya karena ia tidak bisa menyumbangkan ginjalnya untuk Jong Chul karena sebenarnya dia bukan ayah kandung Jong Chul, selain itu karena salah satu ginjalnya juga telah diambil paksa oleh rentenir sebagai pembayaran hutangnya yang berjumlah besar.

Untuk itu Kang Su berusaha menemui ayah kandung Jong Chul yaitu Tae Suk. Tae Suk adalah seorang bos mafia dan Kang su dulunya adalah anak buah Tae Suk. Karena dulu Kang Su pernah berbuat salah maka ia diusir oleh Tae Suk. Dan kini Kang Su kembali pada Tae Suk bahkan sampai memohon dan bersujud agar Tae Suk mau menolong anaknya. Kang su pun akhirnya mengatakan pada Tae Suk bahwa Jong Chul adalah anak kandung Tae Suk.

Lalu bagaimana kelanjutannya? Apa akhirnya Tae Suk mau menolongnya? Nonton aja deh, nih film sedih banget. Bagus. kaya waktu nonton Hearty Paws nya Yoo Seung Ho. Sedih... Paling sedih pas Jong Chul ngomong gini : "Waktu kecil aku tinggal bersama Ibu, terkadang aku iri pada anak lain yang memiliki ayah karena aku hanya punya Ibu, namun kemudian aku bertemu ayah yang kukira sudah meninggal, namun ketika aku memiliki ayah justru aku kehilangan Ibu, maka dari itu aku tidak mau kehilangan ayah karena hanya dia yang kumiliki saat ini". Sedih banget kan..... itulah mengapa walau dia sering dipukul ma ayahnya tapi dia ga pernah ngelawan karena sebenernya dia sayang ma ayahnya.

Cerita film ini mirip sama film "Last Present" yang pernah aku bahas sebelumnya. Tentang seorang ayah yang demi mengobati anak kesayangannya akhirnya menemui si ayah kandung dan ayah kandungnya adalah seorang penjahat. MIrip banget. Namun penyajiannya beda. Kalau di Last Present kita bisa ngeliat perjuangan si ayah kandung untuk bisa ngobatin si anak, kalo di City of Father kita bisa ngeliat perjuangan si Ayah palsu. Dua-duanya sedih banget tapi menurutku City of Father lebih bagus karena menunjukkan bahwa yang dikatakan seorang ayah tidak harus yang memiliki hubungan darah.

Film ini mengandung banyak nilai yang bisa kita petik. Bahwa keluarga tetaplah keluarga. Walau tidak pernah menunjukkan kasih sayang namun sebenarnya kasih sayang itu ada. Terlihat dari sikap Jong chul dan Kang Su. Di film ini kita bisa liat besarnya cinta seorang ayah pada anaknya. Ini baru ayah, yang tidak mengandung, tidak melahirkan, tidak menyusui. Bayangkan seberapa besar cinta seorang Ibu pada anaknya. Film ini mengajarkan kita untuk lebih sayang sama orang tua kita. Omma, Appa, saranghe................ ;p

Kalo suruh ngasih nilai 1-10, aku bakal ngasih nilai 11, soalnya emang bagus, aku suka banget yang tema keluarga kaya gini. Percaya ga percaya aku sambil nangis pas ngetik review ini, hehehe...

Jangan percaya ketika liat poster pic atau cover dvd City of Fathers karena digambar itu keliatannya Yoo Seung Ho itu kaya anak berandalan yang hobi berkelahi padahal di film ini dia sama sekali ga bandel, malah terkesan lemah dan ringkih.

Jadi bagi penggemar Yoo Seung Ho ataupun tidak, wajib nonton nih film. Udah beredar kok, film baru soalnya. Di korea rilis bulan september 2009 tapi di Indo baru bulan februari kemarin dvdnya beredar. Makanya, cepet beli...........