Showing posts with label kim tae-hee. Show all posts
Showing posts with label kim tae-hee. Show all posts

Sunday, October 13, 2013

IRIS: The Movie: Binging on a TV Series Without Watching the Whole Thing

To join the staff of the secret service of North or South Korea, you're going to need a dollop of hair gel. The same goes for members of IRIS, a terrorist organization plotting to nuke Seoul as a way to make a statement about re-unification. (I'm not totally sure if they're for or against it.) Among those with the most stylish hairdos is Kim Hyeon-jun (Lee Byung-hun), an undercover assassin who gets double-crossed by the South Koreans then defects to the enemy before realizing matters are more complicated than simple betrayal.

Throughout the twists and turns and hair-rsising stunts of Iris: The Movie, Hyeon-jun emerges as a super-spy akin to Jason Bourne with whom he shares an unnatural ability to dodge bullets shot at close range and survive the one lucky bullet that hits him as if it were no more than a stomach cramp. He also does crazy stunts like repel down the side of a dam while holding a young girl in one arm, and hijack a truck then a plane then a car then a city bus.

Yet despite his bulletproof aura and his multi-vehicle driver's license, Hyeon-jun isn't necessarily ahead of the game. You see, he isn't a big picture thinker. He doesn't investigate his situation. Instead, he comes across info that makes him reconsider his predicament as he bounces from Hungary to Korea to Japan to Korea to China to Korea again. Sometimes, he's accompanied by a sexy rebel (Kim So-yeon) with an edgy variation of Dorothy Hamill's bowl cut; sometimes by his weepy girlfriend (Kim Tae-hee) who's got a tamed down version of Jennifer Aniston's 'do. Neither woman can make sense of Hyeon-jun's story. Maybe this movie is only for fans of the TV series from which it borrows most of its footage. For the uninitiated, IRIS: The Movie is a well-coifed mess. Now will someone please tell me the name of Hyeon-jun's stylist?

Thursday, July 8, 2010

Kajimaseyo - Park Yong Ha



Song : Kajimaseyo
Artist : Park Yong Ha
Single : Kajimaseyo
Realesed : 2004

Starring : Park Yong Ha and Kim Tae Hee

Karena masih hangat-hangatnya berita bunuh diri Park Yong Ha, untuk mengenang beliau, aku mau ngebahas salah satu lagu dari Park Yong Ha yang paling aku suka yaitu Kajimaseyo (Don't Go Away).

Sebenernya kalo ditanya apa yang aku suka dari Park Yong Ha, jawabanku cuma satu, suaranya. Suaranya bagus banget waktu nyanyi. Jujur aja ya, dibandingkan ma aktingnya di film aku lebih suka sama dia waktu denger suaranya waktu nyanyi. Film-filmnya Park yong ha ga ada yang aku tonton mpe abis, dari jaman winter sonata, on air, a man's story, n the scam. Aku cuma nonton setengah aja. Tapi kalo liat dia main MV baru aku suka, contohnya MV Kajimaseyo ini.

MV Kajimaseyo ini dibintangi oleh Park Yong Ha sendiri dan Kim Tae Hee. Ceritanya Yong Ha dan Tae Hee itu sahabat dari kecil. Mereka sering bermain di sebuah padang rumput yang ditengahnya ada sebuah pohon besar. Tae Hee seneng banget sama pohon itu, dia sering melukin pohon itu.

Suatu hari, Tae Hee harus pergi meninggalkan desa. sejak itu mereka tidak pernah bertemu lagi. Namun sekitar 20 tahun kemudian Tae Hee kembali ke desa. Yong Ha bertemu Tae Hee kembali di padang rumput. Saat itu ia melihat Tae hee sedang memeluk pohon. Sejak itu Tae Hee tinggal di rumah Yong Ha. Hubungan mereka kembali dekat seperti dulu.

Yong Ha sebenernya menyiapkan hadiah khusus untuk Tae Hee. Ia ingin melamar Tae Hee di depan sebuah rumah yang Yong Ha bangun sendiri untuk Tae Hee. Maka dari itu Yong Ha sering berangkat pergi pulang malam untuk menyelesaikan rumah itu. Tae Hee yang penasaran akhirnya mengikuti kemana Yong Ha pergi selama ini dan ia pun terkejut melihat apa yang dikerjakan oleh Yong Ha. Diam-diam Tae Hee melihat rumah yang dibuat Yong Ha untuknya. Rumah yang indah, sangat mirip dengan gambar Tae Hee waktu ia kecil.

Tae Hee sebenernya punya penyakit parah. Untuk itulah ia pulang ke kampung halamannya agar ia bisa bersama Yong Ha pada saat terakhirnya. Namun begitu ia tahu Yong Ha menyiapkan sebuah rumah untuk mereka berdua, Tae Hee pun sangat sedih karena ia tidak akan bisa tinggal di rumah itu karena hidupnya tidak akan lama lagi.

Endingnya, Tae Hee meninggal di depan rumah tersebut ketika Yong Ha melamarnya dengan seikat bunga. Sedih kan?

Sayangnya aku ga bisa nemuin lyric lagu Kajimaseyo ini. Baik barupa hangul, romanzation atau translationnya. Jadi aku ga tau lagu ini sebenernya menceritakan tentang apa. Yang jelas dari judulnya aja kayanya udah sedih. Kajimaseyo artinya Don't Go Away atau Jangan pergi. Dengan lagu ini aku ingin mengatakan "Kajimaseyo" pada Park Yong Ha. Tapi udah terlambat, dia sekarang udah pergi, dan aku udah ga bisa denger suaranya lagi.

Aku turut berduka cita atas kematiannya. Aku berharap, semoga tidak ada lagi artist korea yang menyusul jejak Park Yong Ha. Aku berharap tidak hanya artis korea, tapi juga masyarakat di seluruh dunia tidak ada lagi yang berpikir untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Ingat, kita masih punya Tuhan untuk mengadu, untuk bersandar. Aku yakin agama apapun akan mengharamkan tindakan bunuh diri. Seberapa beratpun cobaan yang kita hadapi, anggap saja sebagai ujian dalam pendewasaan diri. Kalau kita dapat melaluinya, berarti kita selangkah lebih depan untuk menuju dewasa, bararti kita akan dapat lebih mengeti akan arti hidup, dan di masa depan, ketika kita mengingat kembali masa lalu kita yang sulit, kita mungkin akan tersenyum karena kita telah berhasil melewati masa tersebut. Betul begitu kan?





Thursday, February 4, 2010

IRIS (Drama - 2009)



#  Director: Yun-ho Yang, Kyu-tae Kim
# Network: KBS2
# Episodes: 20
# Release Date: October 14, 2009
# Runtime:
# Language: Korean
# Country: South Korea

Cast :
Lee Byung-Hun as Hyeon-jun Kim   
Kim Tae-Hee as    Seung-hee Choi
Jeong Jun-Ho as Sa-woo Jin   
Kim Seung-Woo as Cheol-yeong Park   
So-yeon Kim as Seon-hwa Kim
T.O.P as Vick
                       

Hyeon-jun bisa dibilang merupakan seorang calon tentara atau polisi. Ia tinggal di asrama dan sekamar dengan Sa-woo. Mereka pun menjadi sahabat baik. Sering latihan bersama, bermain bersama, bahkan dihukum berdua.

Ketika di kampus, Hyeon-jun jatuh cinta pada seorang mahasiswi jurusan hukum yg sangat pintar. Gadis itu adalah Seung-hee. Di sisi lain Sa-woo pun menyukai Seung-hee pada pandangan pertama ketika mereka bertemu di sebuah cafe. Hyeon-jun dan Sa-woo tidak tahu kalau mereka berdua jatuh cinta pada gadis yang sama.

Suatu hari tiba-tiba saja Hyeon-jun dan Sa-woo di tawari untuk masuk ke sebuah organisasi bernama NSS. NSS adalah oraganisasi keamanan milik pemerintah Korea Selatan yang biasa menangani kasus yang cukup rumit. Semacam agen rahasia gitu deh. Dan ternyata Seung-hee adalah anggota NSS. Akhirnya Hyeon-jun dan Sa-woo pun setuju untuk bergabung dengan NSS.

Suatu hari Hyeon-jun diberi tugas rahasia dari atasanya dan tugas itu hanya untuknya dan tidak ada seorang pun yang boleh tahu, termasuk anggota NSS lainnya. Tugas itu adalah membunuh Perdana Mentri Korea Utara yang saat itu sedang berasa di Hungaria. Atasannya mengatakan bahwa ini adalah tugas negara yang sangat penting.

Setelah berhasil membunuh Perdana Mentri, Hyeon-jun pun segera pergi. Sempat terjadi kejar-kejaran dengan pihak keamanan Korea Utara dan Hyeon-jun pun sempat tertembak di lengannya. Hyeon-jun meminta dikirimkan bantuan karena kini ia sedang terluka. Tidak lama kemudian Sa-woo pun datang tapi bukan untuk menolongnya melainkan untuk membunuhnya.

Akhirnya Hyeon-jun dinyatakan telah meninggal dunia. Namun sebenarnya ia masih hidup. Karena merasa dikhianati oleh negaranya dan teman baiknya, Hyeon-jun lalu bergabung dengan kelompok teroris dan menyerang NSS.

Menjelang episode akhir akan terungkap tentang masa lalu Hyeon-jun, bagaimana orang tuanya bisa meninggal, kenapa ia yang dipilih untuk bertugas membunuh perdana mentri. Terus akan ada organisasi gelap bernama IRIS yang beberapa anggotanya adalah orang-orang penting dalam pemerintahan dan siapa saja yang menentang IRIS akan mati satu per satu.

Sebenarnya film bergenre action kaya gini sama sekali bukan typeku. Alasan kenapa akhirnya aku nonton nih film bukan karena Kim Tae Hee atau Lee Byung Hun. Satu-satunya alasan adalah karena aku mau liat TOP BigBang main series. Namun aku sedikit kecewa karena peran dia disitu ga susah-susah amat. Sebagai pembunuh profesional berdarah dingin. Dialognya hampir ga ada karena dia emang jarang ngomong, trus ekspresi mukanya cemberut terus. Tapi ga papa, tetep seneng kok liatnya soalnya karakternya dingin banget. TOP emang TOP deh, hehehe...

Entah kenapa pas lagi nonton series yang satu ini, aku selalu ngebandingin sama Black and White nya Vic Chou. Mungkin karena temanya hampir sama tentang kepolisian gitu dan tentang organisasi gelap yang didalamnya ada orang-orang penting dari pemerintah. Tapi kalau disuruh milih sih, aku lebih milih Black and White. Lebih dapet aja fillnya, kerasa tegangnya, penasarannya, misterinya, trus yang paling penting ada tema keluarganya juga, ceritanya juga lebih bagus.

Nilai plusnya dari series ini, aku suka cerita tentang friendshipnya, makanya aku nyeritainnya lebih ke friendshipnya dari pada love storynya. Trus di film ini kita bisa liat teknologi korea yang super canggih menurutku. Terus nilai plus nya lagi adalah ostnya, bagus... penyanyinya kebanyakan kesukaanku kaya Shin Seung Hun, Baek Ji Young, Bigbang, So In Yong. Bagus deh. Nilainya aku kasih 77 deh.


 

  

  

  


Sunday, September 13, 2009

The Restless: The Official Language of Purgatory Is Mumbo Jumbo


Ah, the weird logic of fantasy worlds. In the Midheaven of The Restless, for instance, the recently departed pray to be reincarnated in human form instead of heading directly for those Pearly Gates. Guess Heaven isn't all it's cracked up to be. Or maybe that magical bath they take to cleanse them of memories has this Medieval crew forgetting that Nirvana was supposed to be the posthumous goal! Whatever their reasons for wanting a one-way ticket back to Planet Earth, Purgatory's in trouble. The once-serene resting place of in-transit souls now finds it's got some rebel spirits among their ranks who want to open up the doors between Earth and Inbetweenland. Sounds like desegregation to me so I'm not sure why "white reaper" So-Hwa (Kim Tae-hee) is so dead set against it. Population control? Elitism? Real estate regulations? Regardless of why or who's right and who's wrong, Yi Gwak the demon killer (Jung Woo-sung) is going to fight alongside her because he loves her as much as he loves turning bad guys into burnt marshmallows with a magic sword that only human hands can handle. Can love triumph over evil? Is it really evil to want to change the world and not just protect it? And what is it with the Korean fascination with computer-generated fireflies? Now that's weird!