Thursday, August 6, 2009

More Than Blue (Movie-2009)


Directed by Won Tae-yeon (원태연)
Screenplay by Won Tae-yeon (원태연)
•Drama •Melodrama •Romance
105min | Release date in South Korea : 2009/03/11
Alternative titles : "A Sadder Story Than Sadness", "Sad Sad Love", "Sadder Than Sadness"

Cast :
Kwon Sang-woo 권상우 As Kay (케이)
Lee Bo-yeong 이보영 As Cream (크림)
Lee Beom-soo 이범수 As Cha Joo-hwan (차주환)

Synopsis

Kay dan Cream memilikili latar belakang yang hampir sama yaitu sama-sama tidak memiliki orang tua. Kay ditinggalkan oleh orang tuanya sedangkan orang tua Cream meninggal karena kecelakaan. Karena persamaan inilah akhirnya mereka memutuskan tinggal bersama untuk saling melindungi. Hubungan mereka seperti keluarga, adik, kakak, sahabat, dan kekasih.

Kay mengetahui bahwa hidupnya tidak lama lagi. Keinginan terbesarnya adalah ingin melihat Cream menikah dengan laki-laki yang baik di sisa waktu hidupnya karena ia tidak ingin Cream tinggal sendirian dan merasa kesepian. Ia ingin ada seseorang yang menjaga dan melindungi Cream setelah ia pergi.

Suatu hari Cream mengatakan bahwa ia sedang jatuh cinta pada seorang dokter gigi bernama Cha Joo-hwan. Setelah mendengar hal itu, Kay diam-diam menyelidiki segala informasi tentang Cha Joo-hwan. Tentang latar belakangnya, pekerjaannya, pendapatannya, laporan kesehatannya, bahkan asuransinya untuk memastikan bahwa Cha Joo-hwan pantas mendampingi Cream. Dari informasi yang didapat, Kay mengetahui bahwa Cha Joo-hwan sudah memiliki tunangan. Lalu ia mendatangi tunangan Cha Joo-hwan untuk memintanya memutuskan pertunangan dengan alasan "Orang yang kucintai mencintai tunangan anda". Kay pun lalu menjelaskan tentang penyakitnya dan umurnya yang sudah tidak lama lagi dan ini adalah permintaan terakhirnya.

Lalu apakah tunangan Cha Joo-hwan mau memutuskan pertunangannya? dan apakah Cream benar-benar akan menikah dengan Cha Joo-hwan atau justru dengan Kay? Penasaran? Nonton aja filmnya. Dijamin ga bakal nyesel deh.










Tuesday, August 4, 2009

200 Pounds Beauty (Movie - 2006)



Directed by Kim Yong-hwa (김용화)
Screenplay by Noh Hye-yeong (노혜영)
•Comedy •Romantic comedy •Romance
120min | Release date in South Korea : 2006/12/14
Cast : Kim Ah-joong 김아중 As Kang Han-na/Jenny(강한나/제니)
Joo Jin-mo 주진모 As Han Sang-joon (한상준)
Seo-yoon (서윤) As Singer Ah-mi (가수 아미)

Synopsis

Film ini bercerita tentang seorang gadis bernama Hanna bertubuh gemuk yang mempunyai suara yang merdu. Karena suaranya yang merdu inilah ia dimanfaatkan oleh pria bernama Han Sang Joon untuk mengisi suara penyanyi cantik dan sexy bernama Ami yang sebenarnya mempunyai suara yang pas-pasan.

Karena menganggap cintanya bertepuk sebelah tangan terhadap Han Sang Joon, Hanna lalu memilih menghilang untuk melakukan opearasi besar-besaran terhadap tubuhnya. Operasi itu sukses besar, Kini Hanna menjadi seorang gadis yang cantik. Karena ingin melupakan masa lalunya sebagai Hanna, lalu gadis itu mengubah namanya menjadi Jenny.

Menjadi Jenny membuatnya menjadi penyanyi terkenal yang cantik sehingga ia menerima beberapa tawaran iklan kosmetik. Menjadi terkenal membuat ia melupakan segalanya dari masa lalunya, bahkan ayahnya yang sudah tua agar identitas aslinya tidak diketahui publik.

Tapi, serapat apapun kita menutup sebuah bangkai baunya akan tercium juga. Perlahan-lahan gosip tentang identitas aslinya pun mulai mencuat. Pada akhirnya ia pun harus mengaku di hadapan banyak orang pada konser pertamanya tentang masa lalunya.

Pesan yang dapat kita ambil di film ini adalah Be Your Self, Jadilah diri sendiri. Seberapa beratpun hidup yang kita jalani, seberapa pun jeleknya keadaan fisik kita, kita tetap harus bangga menjadi diri sendiri.Walau kita bersembunyi di balik sosok orang lain, walau kita mengganti nama beberapa kali, mungkin itu semua bisa menipu mata orang lain tapi tidak bisa membohongi diri kita sendiri.

Film ini bergenre comedy romance, tapi justru aku lebih menyukai cerita si Hanna yang tidak mau mengakui ayahnya ketika sudah terkenal, menurutku sedih banget. Emang dasar akunya aja yang pecinta film sedih, jadi film komedi juga dibilang sedih, hehehe....

Bagi yang belom nonton, buruan deh nonton. Bagus deh. Di situ diperlihatkan keahlian make up artis di korea. Bagaimana si Kim Ah Joong (pemeran Hanna) bener-bener di dandanin jadi gendut banget. Jadi inget filmnya Andy Lau dan Sammy cheng jaman dulu, mirip kaya gitu gendutnya. Kapan ya indonesia bisa kaya gitu...... mungkin 10 tahun lagi, hehe..........






A Man Who Was Superman (Movie - 2007)




Directed by Jeong Yoon-cheol (정윤철)
Screenplay by Jeong Yoon-cheol (정윤철), Yoon Jin-ho (윤진호)
•Comedy •Drama
102min | Release date in South Korea : 2008/01/31
Cast : Hwang Jeong-min (황정민) As Superman (슈퍼맨)
Jeon Ji-hyeon (전지현) As Song Soo-jeong (송수정)

Synopsis

Film ini bercerita tentang seoarang laki-laki yang merasa bahwa dirinya adalah Superman sehingga ia selalu merasa bahwa menolong orang lain adalah menjadi kewajibannya. Walaupun tanpa kekuatan super ia tidak segan-segan mengorbankan dirinya untuk menolong orang lain yang berada dalam kesulitan. Di tengah film diceritakan bahwa orang itu pernah menjalani perawatan di sebuah rumah sakit jiwa. Setelah di selidiki, awal mulanya dia seperti itu adalah karena traumanya tentang peristiwa di masa lalu.

Dulu orang itu punya istri dan satu orang anak. Mereka hidup bahagia dan berencana akan pergi ke suatu tempat bersama. Di dalam perjalanan, mobil mereka menabrak sebuah truk hingga mobil mereka terbalik. Sang ayah berhasil selamat, namun istrinya sudah tak bergerak lagi, sang anak dalam keadaan sekarat terjebak di dalam mobil dan tidak bisa keluar. Sambil merintih anak itu berkata pada ayahnya "Ayah akan menjadi seperti Superman kan? lalu menolongku? ayah janji akan menyelamatkanku kan jika aku hitung sampai 100?" sang ayah menjawab "Tenang saja anakku, ayahmu ini adalah Superman dan ayah akan menyelamatkanmu sebelum hitungan ke 100". Sementara si anak mulai menghitung, si ayah pergi mencari bantuan. Dan di saat itu tiba2 mobil meledak dan sang ayah tidak dapat menyelamatkan keluarga yang di cintainya.

Jadi menjadi Superman adalah salah satu bentuk penyesalan dan rasa bersalahnya karena tidak berhasil menyelamatkan keluarganya. Pihak rumah sakit berusaha menyembuhkan penyakit jiwa yang dialami laki-laki tersebut. Setelah sembuh dan mengingat kembali semuanya justru lelaki itu jarang sekali terlihat tersenyum seperti ketika ia menjadi Superman.

Tapi endingnya walaupun bisa dibilang sad ending bagi yang nontonnya tapi bagiku itu merupakan happy ending karena ia berhasil melaksanakan misi terakhirnya sebagai Superman.

Film ini bagus banget. Akting si superman bagus banget. Alami. Emang tampangnya ga cakep-cakep amat. Trus, bagi penggemar Jun Ji Hyun, bisa ngobatin kerinduannya dengan nonton film ini karena udah lama banget kita ga liat dia setelah My Sassy Girl, Windstruck, dan Daisy. Di sini Jun Ji Hyun keliatan beda banget, keliatan lebih dewasa. Pokoknya nonton aja...







Monday, August 3, 2009

Thank You (Drama - 2007)



Directed by Lee Jae-dong (이재동)
Screenplay by Lee Kyeong-hee (이경희)
•Drama •Melodrama •Romance
MBC | Airing dates : 2007/03/21~2007/05/10
Cast :
Jang Hyeok As Min Gi So
Kong Hyo-jin As Lee Yong Shin
Seo Sin-ae As Lee Bom
Sin Seong-rok As Choi Suk-hyun
Sin Goo As Mr.Lee


16 episodes

Min Gi So adalah seorang dokter yang sangat handal namun sangat arrogant. Ia bertekad untuk menyembuhkan Ji MIn, kekasihnya yang memiliki pernyakit kanker pankreas. Namun saat operasi ternyata sel kanker pada tubuh Ji Min sudah menyebar dan sangat sulit untuk mengangkatnya sehingga ia terpaksa menghentikan operasi itu.

Di saat terakhirnya, Ji Min sempat bercerita bahwa ia mempunyai penyesalan selama hidupnya dan ingin sekali menebusnya selama sisa waktu hidupnya. Ji Min juga adalah seorang dokter. Dulu tanpa sengaja ia telah menyebabkan seorang anak kecil bernama Lee Bom terkena penyakit AIDS. Untuk itu ia ingin sekali bertemu anak itu dan meminta maaf. Ia lalu naik kapal untuk pergi menemui anak itu dengan didampingi Min Gi So. Sebelumnya Ji Min telah membeli boneka Teddy Bear yang sangat besar untuk dihadiahkan pada anak yang terkena AIDS itu.

Di dalam kapal, Ji Min melihat Lee Bom sedang berbicara dengan kakeknya. Ia pun lalu memberikan boneka itu lalu tertidur untuk selamanya di pundak Lee Bom. Sejak kematian Ji Min, Min Gi So tidak ingin menjadi dokter lagi. Ia lalu bekerja di perusahaan ibunya. Di perusahaan itu Min Gi So bertemu dengan Choi Suk Hyun, orang kepercayaan ibunya. Mereka berdua lalu ditugaskan untuk pergi ke suatu desa yang sekaligus merupakan kampung halaman Choi Suk Hyun.

Desa yang dimaksud ternyata adalah tempat dimana Lee Bom tinggal. Di desa itu Min Gi So sempat menolong seseorang yang sedang sekarat. Sejak itulah ia menjadi dokter yang terkenal di desa itu. Min Gi So juga bertemu dengan Lee Bom yang membawa boneka pemberian Ji Min. Min Gi So sempat berebut boneka dengan Lee Bom. Tapi sejak mengetahui bahwa Lee Bom adalah anak yang terkena AIDS maka ia pun mengalah. Sejak itu Min Gi So tinggal di rumah Lee Bom dengan menyewa kamar kosong yang ada di rumah itu.

Lee Bom mempunyai seorang ibu bernama Lee Yong Shin dan kakek yang biasa di sebut dengan Mr.Lee. Karena tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama membuat hubungan Min Gi So dan keluarga Lee Bom semakin dekat. Bahkan ia pun akhirnya jatuh cinta pada Lee Yong Shin.

Masalah datang ketika Choi Suk Hyun datang dan berkata pada Min Gi So bahwa Lee Bom adalah anak kandungnya. Tidak hanya itu, perihal penyakit AIDS yang diderita Lee Bom pun akhirnya menyebar keseluruh desa hingga para penduduk desa menjauhi keluarga Lee Bom dan mencoba mengusir mereka dari desa.

Makna yang terkandung yang bisa aku tangkap dari film ini adalah selalu bersyukur dengan keadaan apapun. Lee Yong Shin selalu mengajarkan Lee Bom dan Mr. Lee untuk selalu berkata terima kasih. Ia juga percaya bahwa dunia itu indah, sesuai dengan lagu yang pernah ia ajarkan ke Lee Bom yang berjudul "Arumdaum sesang"(dunia yang indah).

Ada dialog yang aku suka di film ini, yaitu saat Min Gi So berkata pada Yong Shin "Mempunyai AIDS itu bukan suatu kesalahan tapi hanya berbeda saja. Seperti orang yang matanya besar sebelah, atau yang kakinya pendek sebelah, atau yang jempolnya besar."

Film ini mempunyai kesan yang dalem banget bagi yang telah menontonnya. Selain karena bertema sosial yaitu tentang AIDS juga karena cerita yang disajikan tidak membosankan, ditambah akting para pemain di film ini sangat alami. Apalagi didukung oleh suasana pedesaan yang indah. Lagu-lagu soundtracknya juga sangat mendukung. Kalau disuruh beri nilai antara 1-10 mungkin aku akan ngasih nilai...11. hehehe.... soalnya emang bagus.






Sunday, August 2, 2009

Seducing Mr. Perfect (Movie - 2006)



Directed by Kim Sang-woo (김상우)
Screenplay by Do Min-ik (도민익), Kim Sang-woo (김상우), Kim Seon-mi (김선미), Lee Ran (이란), Lee Yeong-sook (이영숙)
•Comedy •Romantic comedy •Romance
107min Release date in South Korea : 2006/12/07

Cast : Uhm Jung-hwa (엄정화), Daniel Henney(다니엘 헤니)

Synopsis

Lagi-lagi aku mau ngebahas filmnya Deniel Henney. Beda dengan film My Father yang bergenre drama, film Daniel Henney yang satu ini bergenre komedi. Ceritanya tentang seorang cewek bernama Min Joon yang sangat percaya dengan cinta sejati sehingga ia menyerahkan seluruh hidupnya untuk kekasihnya, tapi alhasil ia malah sering ditinggal oleh kekasihnya dengan alasan yang sama yaitu karena ia membosankan, terlalu baik dan selalu mengalah. Pendapatnya berbanding terbalik dengan pemikiran boss baru di tempat kerjanya yaitu Mr.Robin. Mr.Robin berpikir bahwa cinta itu hanya sebuah permainan. Orang yang cerdik dan pintar memainkan permainan itulah yang akan bertahan.

Akhirnya mereka sepakat, jika Min Joon berhasil membuat Mr. Robin jatuh cinta padanya maka ia akan mengakui bahwa pendapat Min Joon lah yang benar. Setelah itu, Min Joon berusaha untuk menarik perhatian sang boss. Banyak kejadian lucu ketika Min Joon melakukan segala cara untuk membuat Mr.Robin jatuh cinta padanya.

Di akhir cerita dijelaskan mengapa Mr. Robin tidak percaya dengan cinta sejati. Ternyata ia pernah punya pengalaman buruk mengenai hal itu. Di Film ini Daniel Henney cuakeeeep banget. Hehehe.... Apalagi ditambah dengan sikapnya yang angkuh. Sepanjang film daniel tidak berbahasa korea sama sekali. Karena di film ini diceritakan bahwa harus saling menghormati bahasa negaranya masing-masing. Jadi ia tetap berbahasa inggris, tapi malah itu membuat dia semakin keliatan keren.
hehe...






Thirst: The Blood of Jesus Isn't Supposed to Get You Drunk


Thirst is a long movie. Yet what's wrong with long as long as long's not painful? And director Park Chan-wook is never painful. At least, not painfully boring. Park at his worst is a shocking curio, and an intelligent one at that. What is painful about Park (for the queasy) is his synthesis of gore and lore. But if the sight of a blister-covered, self-martyring priest-vampire (Song Kang-ho) vomiting blood through his recorder strikes you as horrifying and oddly hilarious, Thirst is your kind of picture. Actually, Thirst may be Park's funniest movie so far. One extended sequence focuses on how a deliriously cheerful drowning victim (Shin Ha-kyun) haunts the priest-vampire and his psychopathic soul mate (Kim Ok-bin); another has a paralyzed stroke-victim mother (Kim Hae-sook) revealing -- with eye blinks and finger taps -- that this same bloodthirsty duo has killed her son. Has anyone else shown a compassionate vampire feast on his drink of choice by using the feeding tube of a fat comatose patient as if it were a straw? Not that all the shocks are Grand Guignol grotesqueness. Thirst also contains some seriously hot sex scenes that equate Dracula's charms with masochism. Like the song says, you know it hurts so good.

Saturday, August 1, 2009

Marrying the Mafia III: Hey Ma. This Kimchi Tastes Awfully Funny


Whether it actually was or not originally, Marrying the Mafia III is straight-to-video in spirit. By that I mean, this jopok comedy is a hammy, shameless structural mess: Two extended flashbacks last so long that you'll forget about the movie they've left behind: one concerns the anti-romance of the playboy brother (Tak Jae-hun) and his no-class wife (Shin Yi); the other concerns the ascent of the mafia mom (Kim Su-mi) in the White Tiger clan. Neither tale enriches the story really. The first just lets the actors wear ridiculous wigs while the second permits a few shoddily edited fight scenes. Mostly, writer-director Jeong Yong-ki is playing fast and loose with the material as he goes for the quick laugh. And there are quite a few of those: a woman jerks off a guy with her foot, a man makes a cartoon cutout in a wall after getting killed by a bus... You'll get restless when the jokes get thin and you're simply watching a crooked prosecutor (Kong Hyeong-Jin) revenge the lovebirds (Shin Hyeon-jun and Kim Won-hie) who put him in jail before founding their kimchi empire. This is the kind of movie where bad guys laugh like "Muahahahaha." Does that make you go "Hahahaha" yourself? Then laugh away. I did.